Bulan ini tanggal 1 adalah awal bulan September (iya gak sih??) dan bertepatan dengan awal bulan puasa. Menjelang puasa kemaren gw sempat berbenah diri (baca : siap-siap mau puasa). Makan siang dipuas-puasin, latihan bangun pas lagi enak-enak tidur malem buat persiapan makan sahur, bongkar-bongkar kompor listrik, nyiapin termos, bersih-bersih, maaf-maafan, munggahan, menari-nari dan berniat untuk puasa sebulan penuh. Tapi ternyata..
Ujian Pertama : ‘Something’ yang menyebabkan gw tanpa sadar menjadi orang yang kurang tidur, kurang makan dan banyak pikiran. Hasilnya daya tahan tubuh gw melemah dan mudah diserang virus.
Ujian Kedua : Gw ngerasa kehilangan sesuatu yang selama beberapa periode menemani hidup gw, yang gw sayangi, yang gw elus-elus, gak ada duanya, hampir tiap pagi sampai sore gw ajak jalan-jalan, pokoknya sangat disayangkan bahwa kenyataannya dia menghilang. Sepasang sepatu gw menghilang tanpa meninggalkan jejak. Kemungkinan besar dia terlibat kasus pencurian dan bertindak sebagai barang bukti.
Ujian Ketiga (yang ditebak-tebak merupakan imbas dari ujian pertama) : Makan sahur pertama adalah saat-saat dimana badan gw demam panas tinggi disertai tulang-tulang dan persendian sakit minta ampun. Seperti yang udah diceritain sebelumnya, awal puasa adalah awal mula gw kena cacar air yang pertama kali dalam hidup gw dan mudah-mudahan gak ada yang kedua kalinya. Yang mengakibatkan dari awal puasa sampai beberapa hari (gw belum hitung totalnya) puasa gw bolong.
Ujian keempat : Beberapa hari terakhir ini gw mengalami syndrome susah mengangkat tegak kepala gw. Jalan pengennya nunduk dan hoodie abu-abu hampir tiap saat melekat di badan. Apalagi kalau bukan disebabkan muka gw yang berisi bekas cacar air. Sangat sangat mengganggu aktivitas dan rutinitas gw. hiks.
Ujian kelima : Kesabaran menahan emosi diri. Yang ini gw cuma bisa istighfar dan tefar (baca : tidur).
Ujian keenam : Menahan lapar dan dahaga, karena gw udah mulai puasa lagi. Eh yang ini termasuk ujian bukan? heuheu
Sudah cukup enam saja. Saat ini gw cuma bisa sabar, berusaha tabah dan ikhtiar dalam menghadapi ujian-ujian itu.
Ujian ada untuk dihadapi bukan untuk dihindari. Betul? heuheu












